Dewi, Siswi SMA N 7 Denpasar Optimis dengan Masa Depan

  • Dibaca: 462 Pengunjung

Ni Made Purnama Dewi Kencana, Siswi SMA N 7 Denpasar yang Optimis akan Masa Depan

Merencanakan masa depan merupakan harapan dan tujuan dalam hidup seseorang. Namun terkadang, beberapa orang masih belum mengetahui apa rencana untuk karir mereka di masa depan. Apalagi karena wabah Covid-19, banyak remaja yang pesimis tentang situasi saat ini dan ke depannya. Namun, tidak demikian dengan Ni Made Purnama Dewi Kencana yang tetap optimis dengan karirnya ke depan. Menurutnya, menyusun masa depan selagi muda sangatlah penting karena masa depan ada di tangan kita sendiri.

“Jangan sampai remaja tak memiliki masa depan dan tak mengetahui harus melakukan apa dan bekerja pada bidang apa di masa mendatang. Perjalanan karier diibaratkan sebagai upaya menabung dalam menanti sebuah kesabaran akan sebuah masa depan yang diinginkan” ungkap Dewi yang senang berorganisasi dan ikut menjadi anggota paskibra Denpasar.

Dewi menambahkan, karena menabung dalam berkarier merupakan awal untuk meraih cita-cita. Jika ingin karier cemerlang, maka sebaiknya rencanakanlah masa depan sedini mungkin.

Untuk meraih cita-cita studi lanjut dan internship melalui Ausbildung Program di Jerman, Dewi saat ini mengikuti kursus intensif Bahasa Jerman yang dilakukan secara online dan offline (blended learning). Bersama Kirana, siswi SMA N 2 Denpasar dan Andika, siswa SMA N 3 Denpasar, Dewi terus meningkatkan kemampuan bahasa Jermannya. Pun, sepulang dari kursus, mereka bertiga tetap mengasah kemampuan bahasa Jermannya sambil olga bareng.

Bagi Dewi, Kirana dan Andika yang sama-sama sedang duduk di kelas XII, siswa SMA semestinya sudah mengetahui ingin menjadi apa dan memiliki gambaran mengenai masa depannya untuk lima tahun ke depan, sepuluh tahun ke depan, dan lima belas tahun ke depan.

Dewi, Kirana, Andika dan kandidat program Jerman lainnya sedang menyiapkan masa depan mereka untuk studi lanjut ke Jerman. Mereka tetap optimis bahwa tahun depan situasi akan membaik dan saat itu mereka sudah memiliki kemampuan dan keterampilan bahasa Jerman yang sangat memadai untuk bisa lolos program studi dan internship di Jerman dengan biaya dari pihak Jerman.

  • Dibaca: 462 Pengunjung