Globalindo Tourism Forum and Partnership Dorong Transformasi Pariwisata Regeneratif dan Spiritual di Bali
Sesi pemarapan materi Talk Show Globalindo Tourism Forum and Partnership dipandu oleh Prof. Laba pada Sabtu, 16/5/2026 di Universitas Dhyana Pura
Transformasi pariwisata menuju arah yang lebih berkelanjutan dan bermakna menjadi fokus utama dalam kegiatan Globalindo Tourism Forum and Partnership Talk Show yang digelar di Universitas Dhyana Pura, Sabtu (16/5). Mengusung tema “Regenerative & Spiritual Tourism: Transforming Destinations for Future Generations”, forum ini menghadirkan akademisi, praktisi, pemerintah, dan pelaku industri pariwisata untuk membahas masa depan pariwisata Indonesia, khususnya Bali.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap tantangan global sektor pariwisata yang kini menghadapi berbagai persoalan seperti overtourism, degradasi lingkungan, hingga komodifikasi budaya. Bali sebagai destinasi wisata dunia dinilai perlu melakukan transformasi dari pola mass tourism menuju pendekatan yang lebih regeneratif, inklusif, dan berbasis nilai spiritual serta kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Chairman Globalindo menegaskan bahwa Bali memiliki kekuatan besar melalui filosofi Tri Hita Karana yang mampu menjadi fondasi pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis harmoni antara manusia, alam, dan budaya.
“Kita tidak lagi berbicara hanya tentang jumlah kunjungan wisatawan, tetapi bagaimana pariwisata mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat lokal, dan pengalaman wisatawan itu sendiri,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan keynote speech dari Asisten Deputi Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata, Dr. I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, M.Par., yang menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri dalam merumuskan kebijakan pariwisata masa depan yang adaptif dan berkelanjutan.
Sesi panel utama dipandu oleh Prof. Dr. I Nengah Laba, M.Hum., dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. Prof. I Nengah Subadra, Ph.D. memaparkan pentingnya kemitraan global dan kerangka kebijakan internasional dalam membangun arah baru pariwisata dunia. Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. I Nyoman Sudiarta, M.Par. menjelaskan implementasi konsep regenerative hospitality dalam industri perhotelan yang tidak hanya mengurangi dampak negatif, tetapi juga memulihkan lingkungan dan komunitas lokal.
Perspektif keberlanjutan diperkuat oleh Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, M.A. yang menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pembangunan destinasi wisata. Sedangkan I Wayan Sudartayana, SE., M.PKB. mengangkat konsep spiritual tourism sebagai pendekatan yang mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih mendalam sekaligus memperkuat ekonomi desa wisata berbasis budaya lokal.
Diskusi interaktif yang berlangsung hangat menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap isu transformasi pariwisata Bali. Para peserta menilai bahwa pendekatan regenerative dan spiritual tourism dapat menjadi solusi strategis dalam menjaga daya tarik Bali di tengah dinamika industri pariwisata global.
Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi strategis untuk pengembangan pariwisata regeneratif dan spiritual di Indonesia, sekaligus memperkuat jejaring kemitraan lintas sektor baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Bali sebagai destinasi quality tourism berbasis budaya, spiritualitas, dan keberlanjutan yang mampu menjadi model pengembangan pariwisata dunia di masa depan.
Rupiah Tertekan, Alarm Bagi Dunia Usaha dan Perekonomian Nasional
Globalindo Tourism Forum and Partnership Dorong Transformasi Pariwisata Regeneratif dan Spiritual di Bali
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Hari Libur Kenaikan Yesus Kristus, 15 Mei 2026
Leksikon Sungsang dalam Praktik Pariwisata Budaya di Bali
Kebakaran Hanguskan 6 Kios dan 10 Los di Pasar Pasah Pemecutan Denpasar, Sembilan Unit Damkar Dikerahkan
Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN
Pola Komunikasi Publik di tengah Pandemi Covid-19
TUMPEK LANDEP–LANDUHING IDEP: RESEARCH METHOD UNTUK MENJAGA KETAJAMAN INTELEGENSI DAN INTELEKTUAL
Pariwisata di Masa Pandemi Covid-19
SADHAKA SANG SISTA: TEMPAT MEMINTA AJARAN DAN PETUNJUK SUCI