Denpasar Institute Buka Akses Kolaborasi Riset Lintas Sektor Berbasis Mixed-Methods

  • Dibaca: 408 Pengunjung
  • |
  • 02 November 2026
  • |
  • Kontributor: Jaya Pratama

Riset berdampak nyata tidak bisa lahir dari satu sudut pandang saja! ???????? Denpasar Institute resmi menghadirkan program Kolaborasi Riset Lintas Sektor berbasis Mixed-Methods. Kami siap menjembatani akademisi, pemerintah, dan industri untuk menghasilk

Kompleksitas permasalahan di era modern menuntut solusi komprehensif yang tidak lagi bisa dipecahkan melalui satu sudut pandang keilmuan atau sektoral saja. Menyadari urgensi sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan industri, Denpasar Institute resmi membuka akses program Kolaborasi Riset Lintas Sektor yang secara spesifik mengedepankan pendekatan Mixed-Methods (metode penelitian campuran).

Pendekatan mixed-methods, yang mengintegrasikan metode kuantitatif dan kualitatif, dinilai sebagai kerangka riset paling ideal untuk menghasilkan temuan yang holistik. Jika data kuantitatif mampu menyajikan presisi skala, pola, dan tren melalui angka statistik, maka data kualitatif hadir untuk menggali kedalaman konteks, makna, serta pengalaman sosial di baliknya. Namun, eksekusi riset kolaboratif ini kerap terkendala oleh minimnya fasilitator yang mampu menjembatani perbedaan kultur kerja antar-sektor serta kerumitan desain metodologinya.

Melalui inisiatif ini, Denpasar Institute memposisikan diri sebagai hub (pusat penghubung) strategis sekaligus pendamping akademik yang memfasilitasi beberapa layanan utama:

  • Kemitraan Strategis (Matchmaking): Mempertemukan peneliti dan pakar dari perguruan tinggi dengan pemangku kepentingan (pemerintah daerah, NGO, UMKM, hingga korporasi multinasional) yang membutuhkan riset berbasis data empiris untuk landasan pengambilan kebijakan (evidence-based policy).

  • Desain Metodologi Terpadu: Memberikan asistensi pakar dalam merancang instrumen penelitian mixed-methods yang valid dan reliabel, mulai dari penyebaran kuesioner skala besar hingga pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam.

  • Analisis dan Triangulasi Data: Mendampingi tim riset gabungan dalam proses integrasi data (triangulasi), menyandingkan hasil analisis statistik dengan temuan naratif lapangan sehingga menghasilkan luaran riset yang tajam, komprehensif, dan siap diaplikasikan.

  • Hilirisasi Riset: Memastikan hasil kolaborasi riset tidak hanya berakhir sebagai laporan di atas meja, tetapi diinkubasi menjadi publikasi jurnal bereputasi, modul pelatihan, atau cetak biru (blueprint) program pemberdayaan masyarakat.

"Riset yang berdampak nyata tidak boleh terisolasi di dalam menara gading kampus. Dengan pendekatan mixed-methods, kita bisa memberikan rekomendasi yang terukur secara angka sekaligus berempati pada realitas sosial masyarakat. Denpasar Institute hadir untuk meruntuhkan sekat-sekat ego sektoral tersebut, memastikan akademisi dan praktisi dapat duduk bersama merumuskan solusi," ungkap perwakilan manajemen Denpasar Institute.

Langkah progresif ini diharapkan mampu mengakselerasi terciptanya ekosistem riset terapan yang inklusif di Indonesia, sekaligus mengukuhkan komitmen Denpasar Institute dalam mencetak luaran akademik yang inovatif, solutif, dan relevan dengan tantangan pembangunan nasional.

  • Dibaca: 408 Pengunjung
  • |
  • 02 November 2026