Universitas Dhyana Pura Jajaki Membuka Peluang Kolaborasi Global Immersion Programme dengan University of Sussex, UK

  • Dibaca: 44 Pengunjung
  • |
  • 24 Agustus 2026
  • |
  • Kontributor: I Nengah Laba

Dekan FPH, Christiani Endah Poerwati, S.Pd., M.Pd didampingi Ketua Program Studi Sastra Inggris and dosen berfoto bersama seusai diskusi rencana kolaborasi di Undhira pada Senin (24/8)

Badung, Bali—Universitas Dhyana Pura (Undhira) kembali memperluas jejaring akademik internasional melalui penjajakan pengembangan Sussex–Bali Global Immersion Programme, sebuah program pembelajaran internasional yang direncanakan melibatkan mahasiswa University of Sussex, United Kingdom, dengan Universitas Dhyana Pura sebagai mitra akademik di Bali. Program ini direncanakan untuk dikembangkan dan dilaksanakan pada tahun 2027 dengan menempatkan budaya, community engagement, dan village and community empowerment sebagai fokus utama pembelajaran.

Penjajakan program tersebut dilakukan melalui diskusi akademik bersama Haneela Campbell dari University of Sussex pada Senin (24/8/2026). Gagasan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan bentuk pembelajaran internasional yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat, budaya, pembangunan lokal, serta berbagai tantangan dan potensi komunitas melalui pendekatan experiential learning.

University of Sussex memiliki berbagai program pertukaran dan pembelajaran internasional yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik sekaligus memahami konteks sosial dan budaya di negara tujuan. Dalam penjajakan ini, pengalaman Undhira dalam menyelenggarakan berbagai program cultural immersion menjadi salah satu daya tarik penting bagi University of Sussex untuk mengeksplorasi kemungkinan pengembangan program bersama.

Dekan Fakultas Pendidikan dan Humaniora Universitas Dhyana Pura, Christiani Endah Poerwati, S.Pd., M.Pd., menyambut positif penjajakan kolaborasi tersebut. Menurutnya, program immersion internasional memiliki nilai akademik yang kuat karena mahasiswa tidak hanya belajar melalui ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dari lingkungan sosial dan budaya.

“Kami melihat program ini sebagai peluang untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan budaya Bali. Yang ingin kami bangun bukan sekadar cultural visit, tetapi sebuah pengalaman akademik yang memungkinkan mahasiswa memahami bagaimana masyarakat lokal mengelola budaya, lingkungan, dan potensi komunitasnya,” ungkap Christiani.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam desain program sehingga kehadiran mahasiswa internasional dapat memberikan nilai tambah bagi komunitas, sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran yang autentik bagi mahasiswa.

“Karena itu, aspek village and community empowerment menjadi sangat penting. Kami ingin agar masyarakat tidak hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi juga menjadi mitra dalam proses pembelajaran dan pengembangan program,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Sastra Inggris Undhira, Dr. Putu Chrisma Dewi, melihat rencana kolaborasi ini memiliki relevansi yang kuat dengan pengembangan kompetensi mahasiswa di era pendidikan global. Menurutnya, pengalaman belajar lintas budaya dapat memperkuat kemampuan komunikasi, intercultural competence, critical thinking, dan pemahaman mahasiswa terhadap keberagaman perspektif.

“Program ini sangat relevan dengan pendidikan bahasa dan humaniora karena mahasiswa belajar bahasa dan komunikasi dalam konteks yang nyata. Mereka tidak hanya mempelajari bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat dari latar belakang budaya berbeda, tetapi juga belajar memahami nilai, perspektif, dan praktik kehidupan masyarakat secara langsung,” jelas Putu Chrisma.

Menurutnya, kolaborasi dengan University of Sussex juga dapat menjadi ruang bagi pengembangan kegiatan akademik bersama, termasuk kemungkinan pengembangan materi pembelajaran, project-based learning, cultural research, community engagement, hingga kegiatan yang dapat menghasilkan luaran akademik bersama.

Konsep Sussex–Bali Global Immersion Programme yang sedang dijajaki tersebut terinspirasi dari pengalaman Global Exchange Summer Programmes (GESP) University of Sussex. Dalam pengembangannya, program diarahkan untuk menjadi sebuah Sussex–Bali Summer School yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman budaya, keterlibatan masyarakat, keberlanjutan, dan pengembangan global citizenship.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa University of Sussex nantinya tidak hanya diperkenalkan pada Bali sebagai destinasi internasional, tetapi diajak memahami Bali sebagai living classroom, yaitu ruang pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa mengamati, berinteraksi, melakukan refleksi, dan terlibat dalam berbagai dinamika masyarakat secara langsung.

Dalam konteks ini, village and community empowerment akan menjadi salah satu pendekatan utama. Mahasiswa diharapkan dapat belajar mengenai bagaimana masyarakat lokal mengembangkan potensi budaya, ekonomi, sosial, dan lingkungan, sekaligus memahami tantangan yang dihadapi komunitas dalam menghadapi perubahan global dan perkembangan pariwisata.

Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Dhyana Pura, I Gede Neil Prajamukti Wardhana, S.S., M.Hum., mengatakan bahwa penjajakan ini merupakan bagian dari strategi Undhira dalam memperkuat internasionalisasi universitas dan membuka lebih banyak peluang mobilitas serta kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi luar negeri.

Kegiatan diskusi dipandu oleh Putu Chris Susanto, B.A., M.B.A., M.Ed. dari KUI Undhira sebagai moderator. Sementara itu, komunikasi dan penjajakan awal dengan University of Sussex dikoordinasikan oleh Prof. Dr. I Nengah Laba, dosen Program Studi Sastra Inggris Universitas Dhyana Pura.

Menurut Prof. Dr. I Nengah Laba, pengalaman Undhira dalam menyelenggarakan program cultural immersion menjadi salah satu kekuatan yang dapat ditawarkan dalam pengembangan kerja sama tersebut.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan University of Sussex diharapkan dapat berkembang secara bertahap, tidak hanya dalam bentuk short-term immersion programme, tetapi juga membuka peluang untuk student mobility, joint teaching, collaborative research, community-based projects, dan pengembangan program akademik internasional.

Bagi Undhira, rencana Sussex–Bali Global Immersion Programme merupakan peluang strategis untuk memperkuat posisi universitas sebagai mitra pendidikan internasional di Bali. Melalui pendekatan yang menghubungkan higher education, culture, community, and sustainability, Undhira diharapkan dapat menghadirkan pengalaman pendidikan global yang sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Undhira bersama University of Sussex akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai desain akademik, mekanisme pelaksanaan, bentuk keterlibatan masyarakat, durasi program, dan kemungkinan pengembangan program untuk tahun mendatang.

Dengan pengalaman Undhira dalam menyelenggarakan program cultural immersion dan komitmen untuk mengembangkan village and community empowerment, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah baru dalam menghadirkan model international experiential learning berbasis budaya dan komunitas, sekaligus memperkuat peran Bali sebagai ruang pembelajaran global bagi mahasiswa internasional.

Tim Kantor Urusan Internasional, Universitas Dhyana Pura

  • Dibaca: 44 Pengunjung
  • |
  • 24 Agustus 2026