Denpasar Institute Buka Akses Kolaborasi Riset Lintas Sektor Berbasis Mixed-Methods

  • Dibaca: 408 Pengunjung
  • |
  • 21 Agustus 2026
  • |
  • Kontributor: Jaya Pratama

Sesi penyelarasan desain riset kolaboratif berbasis mixed-methods di Denpasar Institute guna mendorong lahirnya publikasi ilmiah dan rekomendasi kebijakan lintas sektor yang adaptif.

Kompleksitas tantangan di era modern menuntut pendekatan penelitian yang komprehensif dan sering kali tidak dapat diurai hanya dengan satu sudut pandang keilmuan tunggal. Merespons dinamika tersebut, Denpasar Institute secara resmi membuka inisiatif kolaborasi riset lintas sektor yang secara khusus mengedepankan pendekatan metode campuran (mixed-methods), sebuah strategi metodologis yang menggabungkan ketepatan analisis kuantitatif dengan kedalaman eksplorasi kualitatif.

Inisiatif strategis ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan yang kerap terjadi antara dunia akademik, industri, dan pemangku kebijakan. Selama ini, banyak hasil penelitian yang terhenti sebagai literatur di perpustakaan tanpa implementasi nyata akibat minimnya pelibatan sektor praktis sejak fase perancangan riset. Melalui platform kolaborasi ini, Denpasar Institute memfasilitasi pertemuan antara peneliti perguruan tinggi dan praktisi lapangan untuk merumuskan desain penelitian yang berorientasi pada pemecahan masalah (problem-solving oriented).

"Pendekatan mixed-methods memungkinkan peneliti untuk tidak sekadar mengukur tren melalui data numerik, tetapi juga memahami akar permasalahan dari perspektif sosial, budaya, maupun perilaku secara mendalam. Dengan mengintegrasikan lintas sektor, luaran riset yang dihasilkan akan memiliki validitas akademik yang kokoh sekaligus relevansi praktis yang tinggi untuk diterapkan," papar tim riset dan inovasi Denpasar Institute.

Dalam implementasinya, Denpasar Institute menyediakan layanan pendampingan terpadu, mulai dari penyelarasan desain penelitian (research design alignment), lokakarya penyusunan instrumen hibrida, hingga fasilitasi analisis silang data (cross-data analysis). Para akademisi dan mitra industri dibimbing secara intensif agar mampu memadukan kuesioner terstruktur dengan teknik wawancara mendalam (FGD) secara kohesif tanpa menyalahi kaidah epistemologi masing-masing metode.

Langkah progresif ini diharapkan mampu mengeliminasi ego sektoral yang sering menjadi penghambat inovasi dalam dunia penelitian. Melalui optimalisasi kolaborasi berbasis mixed-methods, Denpasar Institute optimis dapat mendorong lahirnya publikasi ilmiah bereputasi internasional serta rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang berdampak langsung pada pembangunan masyarakat luas.

  • Dibaca: 408 Pengunjung
  • |
  • 21 Agustus 2026