Fasilitasi Deep Learning, Prof. Laba Ajak Guru SMA dan SMK Berselancar dengan Perubahan

  • Dibaca: 372 Pengunjung
  • |
  • 15 Juni 2026
  • |
  • Kontributor: Veny Narlianti

Prof. Laba menyampaikan materi di salah satu SMK N 5 Denpasar

Denpasar — Perubahan paradigma pendidikan menuntut sekolah dan guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dalam upaya memperkuat kapasitas pendidik menghadapi transformasi pembelajaran, Prof. Dr. I Nengah Laba hadir memberikan fasilitasi tentang Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) kepada para guru SMA dan SMK di Denpasar.

Selaku konsultan nasional bidang manajemen pendidikan, Prof. Laba diundang oleh sejumlah SMA dan SMK di Denpasar untuk berbagi wawasan sekaligus memberikan pendampingan praktis mengenai implementasi pembelajaran mendalam yang relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di sela-sela agenda reviu kurikulum tahunan sekolah, Prof. Laba mengajak para guru untuk tidak memandang perubahan sebagai tantangan semata, melainkan sebagai ruang inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Guru perlu terus bergerak mengikuti perubahan. Dunia pendidikan tidak boleh berhenti pada kebiasaan lama, tetapi harus mampu berselancar bersama perubahan agar pembelajaran semakin bermakna bagi peserta didik,” pesan Prof. Laba dalam pemaparannya.

Penulis buku Sekolah Di Bawah Kuasa Negara tersebut menyampaikan materi secara praktis dengan menghubungkan konsep pembelajaran mendalam dengan realitas yang dihadapi guru di kelas. Menurutnya, Deep Learning bukan sekadar metode baru, tetapi sebuah pendekatan yang mendorong peserta didik untuk memahami konsep secara lebih utuh, berpikir kritis, mampu memecahkan masalah, serta menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.

Prof. Laba menekankan bahwa keberhasilan implementasi pembelajaran mendalam sangat bergantung pada kesiapan guru dalam merancang pengalaman belajar yang aktif, reflektif, dan kontekstual. Guru bukan hanya penyampai informasi, tetapi menjadi fasilitator yang membuka ruang bagi peserta didik untuk mengeksplorasi ide, berkolaborasi, dan menciptakan solusi.

“Perubahan kurikulum harus diikuti perubahan cara berpikir. Reviu kurikulum bukan hanya kegiatan administratif, tetapi momentum bagi sekolah untuk memastikan bahwa pembelajaran yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan generasi masa depan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat perhatian positif dari para guru karena menghadirkan perspektif manajemen pendidikan yang aplikatif. Melalui sesi diskusi dan berbagi praktik, para pendidik diajak mengevaluasi kembali strategi pembelajaran yang telah berjalan serta menyusun penguatan kurikulum sekolah agar lebih adaptif.

Kehadiran Prof. Laba menjadi bagian dari upaya mendorong sekolah-sekolah di Denpasar agar semakin siap menghadapi transformasi pendidikan. Dengan semangat belajar sepanjang hayat, para guru diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Melalui fasilitasi pembelajaran mendalam ini, pesan utama yang dibawa Prof. Laba adalah bahwa masa depan pendidikan ditentukan oleh kemampuan sekolah dan guru untuk terus berinovasi, beradaptasi, dan berjalan selaras dengan perubahan zaman.

  • Dibaca: 372 Pengunjung
  • |
  • 15 Juni 2026