Ekonomi Bali Catat Pertumbuhan 5,58 Persen di Triwulan I 2026, Pariwisata Tetap Jadi Penopang Utama

  • Dibaca: 235 Pengunjung
  • |
  • 06 Mei 2026
  • |
  • Kontributor: Ni Luh Tisna Rusmadewi

Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan saat memaparkan data pertumbuhan ekonomi Bali triwulan I tahun 2026 di Denpasar.

Ekonomi Bali Catat Pertumbuhan 5,58 Persen di Triwulan I 2026, Pariwisata Tetap Jadi Penopang Utama

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali merilis data menggembirakan perekonomian Bali berhasil tumbuh 5,58 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Capaian ini dinilai cukup impresif mengingat berbagai tekanan global yang membayangi sektor pariwisata selama periode Januari hingga Maret 2026.

Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, mengungkapkan bahwa total nilai ekonomi yang dihasilkan Bali pada triwulan I 2026 mencapai Rp44,28 triliun, meningkat dari Rp41,94 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, angka pertumbuhan 5,58 persen ini patut diapresiasi mengingat kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian dan berdampak langsung pada sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Sejumlah indikator pariwisata selama triwulan pertama menunjukkan geliat yang positif. Kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 1.466.546 orang, naik 1,04 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat hunian kamar hotel berbintang juga meningkat 2,2 persen poin secara tahunan, sementara arus penumpang dan keberangkatan pesawat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai turut naik sebesar 0,73 persen.

Momentum hari besar keagamaan dan nasional turut mendongkrak aktivitas ekonomi selama triwulan ini. Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, Tahun Baru Imlek, serta cuti bersama mendorong peningkatan permintaan barang konsumsi dan perjalanan wisata domestik yang signifikan, sehingga memberikan efek berganda bagi pelaku usaha di berbagai sektor.

Dari sisi neraca perdagangan, Bali masih mencatat surplus sebesar 104,41 juta dolar AS. Daya beli masyarakat pun terjaga dengan tingkat inflasi yang masih berada dalam batas terkendali dua fondasi penting yang menopang stabilitas ekonomi daerah secara keseluruhan.

Jika ditelusuri lebih dalam, hampir seluruh lapangan usaha mencatat pertumbuhan positif. Sektor akomodasi dan makan minum menjadi kontributor terbesar dengan porsi 20,95 persen terhadap total perekonomian Bali, tumbuh 6,44 persen seiring meningkatnya kunjungan wisatawan dan hunian hotel. Sementara itu, sektor administrasi pemerintahan justru mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 16,67 persen, didorong oleh realisasi belanja pegawai yang meningkat.

Industri pengolahan juga mencatat pertumbuhan yang cukup kuat di angka 8,93 persen, terutama didorong oleh meningkatnya konsumsi listrik pada segmen bisnis dan industri yang erat kaitannya dengan kebutuhan pendukung pariwisata. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menyumbang 13,33 persen terhadap total ekonomi Bali tumbuh lebih moderat di angka 2,36 persen.

Satu-satunya sektor yang mengalami kontraksi adalah jasa keuangan dan asuransi, yang tercatat turun 5,01 persen. Kondisi ini menjadi catatan tersendiri bagi para pemangku kebijakan untuk mendorong penguatan ekosistem keuangan daerah ke depannya.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 54,15 persen dan pertumbuhan 5,02 persen. Pengeluaran untuk makanan dan minuman, serta penginapan dan hotel selama musim libur panjang, menjadi pendorong utama konsumsi masyarakat Bali di awal tahun ini.

Secara keseluruhan, data triwulan I 2026 memperlihatkan bahwa fondasi ekonomi Bali tetap kokoh di tengah berbagai tantangan global. Dengan pariwisata yang terus menggeliat dan konsumsi domestik yang terjaga, Bali optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan di kisaran 5 persen sepanjang tahun 2026.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/ekonomi-bali-tumbuh-triwulan-i-2026

  • Dibaca: 235 Pengunjung
  • |
  • 06 Mei 2026