Indikator Kekerasan dalam Lingkungan Pendidikan
sumber: (Shutterstock/wavebreakmedia)
Membentuk iklim sekolah ramah anak bukan hal mudah. Nyatanya masih banyak bentuk intimidasi dan kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Indikator kekerasan dalam lingkungan pendidikan sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015. Pada Pasal 1 disebutkan bahwa tindak kekerasan adalah perilaku yang dilakukan secara fisik, psikis, seksual, dalam jaringan (daring), atau melalui buku ajar yang mencerminkan tindakan agresif dan penyerangan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan dan mengakibatkan ketakutan, trauma, kerusakan barang, luka/cedera, cacat, dan atau kematian. Sementara pada pasal 6 indikator kekerasan dalam lingkungan pendidikan yakni meliputi:
- Pelecehan merupakan tindakan kekerasan secara fisik, psikis atau daring;
- Perundungan merupakan tindakan mengganggu, mengusik terus-menerus, atau menyusahkan;
- Penganiayaan merupakan tindakan yang sewenangwenang seperti penyiksaan dan penindasan;
- Perkelahian merupakan tindakan dengan disertai adu kata-kata atau adu tenaga;
- Perpeloncoan merupakan tindakan pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan baru dengan mengendapkan (mengikis) tata pikiran yang dimiliki sebelumnya;
- Pemerasan merupakan tindakan, perihal, cara, perbuatan memeras;
- Pencabulan merupakan tindakan, proses, cara, perbuatan keji dan kotor, tidak senonoh, melanggar kesopanan dan kesusilaan;
- Pemerkosaan merupakan tindakan, proses, perbuatan, cara menundukkan dengan kekerasan, memaksa dengan kekerasan, dan/atau menggagahi;
- Tindak kekerasan atas dasar diskriminasi terhadap suku, agama, ras, dan/atau antargolongan (SARA) merupakan segala bentuk pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pemilihan berdasarkan pada SARA yang mengakibatkan pencabutan atau pengurangan pengakuan, perolehan, atau pelaksanaan atas hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam suatu kesetaraan;
- Tindak kekerasan lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Survei Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2022 yang dilakukan kepada 260 ribu sekolah di level SD/Madrasah hingga SMA/SMK mendapatkan 24,4 persen adanya potensi perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Referensi: Amin, Rahman. 2021. Hukum Perlindungan Anak Dan Perempuan Di Indonesia.
sumber: https://nasional.kompas.com/read/2023/06/18/00150041/indikator-kekerasan-dalam-lingkungan-pendidikan
Perkuat Internasionalisasi, Universitas Dhyana Pura Jajaki Kerja Sama Akademik Global dengan VIT India
Wakil Rektor Universitas Dhyana Pura Sampaikan Guest Lecture di VIT India, Dorong Semangat Kewirausahaan Global
Dosen Universitas Dhyana Pura Tampil sebagai Guest Lecturer di VIT India, Perkuat Jejaring Akademik Global
Rektor Universitas Dhyana Pura Sampaikan Guest Lecture di Vellore Institute of Technology dalam Rangka Memperkuat Kolaborasi Akademik Global
Denpasar Institute Dorong Inovasi dan Riset untuk Pengembangan SDM Unggul
Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN
Pola Komunikasi Publik di tengah Pandemi Covid-19
TUMPEK LANDEP–LANDUHING IDEP: RESEARCH METHOD UNTUK MENJAGA KETAJAMAN INTELEGENSI DAN INTELEKTUAL
Pariwisata di Masa Pandemi Covid-19
SADHAKA SANG SISTA: TEMPAT MEMINTA AJARAN DAN PETUNJUK SUCI