Hadiah Buku Saat Diseminasi Kebijakan Kemendikbud Ristek
Dr. I Nengah Laba (kiri) menyerahkan bukunya kepada Dr. Drs. I Nyoman Tingkat, M.Hum. (kanan) di sela-sela acara sosialisasi kebijakan Kemendikbud Ristek yang berlangsung di B Hotel Jalan Imam Bonjol Nomor 508 Kuta Bali, pada 2 Agustus 2022. (Foto: dok/Ny
Sungguh senang menerima hadiah buku saat diseminasi kebijakan Kemendikbud Ristek yang berlangsung di B Hotel Jalan Imam Bonjol Nomor 508 Kuta Bali, yang berlangsung dua hari (1 – 2 Agustus 2022).
Buku berjudul, “Sekolah di Bawah Kuasa Negara”, karya Dr. I Nengah Laba, dosen Universitas Dhyana Pura Dalung, yang sekaligus konsultan di BPMP Bali.
Buku setebal 111 halaman ini memuat 16 artikel yang rerata sudah dipublikasikan di koran lokal Bali dalam rentang waktu 2004 –2007.
Pada Kata Pengantar, I Nengah Laba menyebutkan sangat mengasyikkan mencermati pola hubungan kerja persekolahan dalam kuasa negara.
Pertama, fenomena demokratisasi seharusnya dapat dimulai dari ruang kelas dalam kegiatan pembelajaran. Kedua, peliknya persoalan Ujian Akhir Nasional (UAN) menjadi Ujian Nasional (UN) karena idealisme kebijakan bertolak belakang dengan tataran implementasi.
Hubungan demikian menandakan sekolah tidak terlepas dari kekuasaan. Relasi kuasa dengan sekolah adalah keniscayaan yang tidak terlepas dari kuasa politik.
Kebijakan yang lahir dari kuasa politik akan menyentuh segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, tak terkecuali dunia pendidikan khusususnya persekolahan. Di sinilah pentingnya, kebijakan politik didasarkan atas kebajikan moral, sebagaimana disarankan Niccolo Machiavelli.
Walaupun bermula dari artikel populer, buku ini masih aktual dijadikan bacaan pendamping dalam melaksanaan Kurikukum Merdeka. Mengapa ? Pertama, buku ini memotret dunia pendidikan sesuai dengan konteks zamannya dengan pemimpin yang datang silih berganti. Kebijakannya pun berubah. Kata kaum bijaksana, yang kekal adalah perubahan.
Kedua, tulisan populer dalam buku ini disajikan dengan bahasa yang gamblang dan mudah dicerna berbagai kalangan. Oleh karena itu, layak dibaca sebagai referensi untuk mengkritisi situasai pendidikan sesuai dengan semangat belajar abad ke-21, khususnya bernalar kritis.
Ketiga, buku ini dihadiahi khusus kepada penulis di tengah pelaksanaan diseminasi kebijakan Kemendikbud Ristek. Kenangan ini dapat menjadi penguat literasi khususnya di bidang pendidikan yang tengah berbenah dengan Kurikulum Merdeka plus Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila (P-5).
Begitulah diseminasi kebijakan Kemendikbud Ristek berlangsung selain mendapat ilmu baru, juga beruntung mendapat hadiah buku langka langsung dari pengarangnya.
Editor: Janitra Achmad
Sumber:
https://www.gorajuara.com/edukasi/pr-1004056494/hadiah-buku-saat-diseminasi-kebijakan-kemendikbud-ristek?page=2
Leksikografi Pariwisata dan Ritual Kapitalisme dalam Pengembangan Destinasi Wisata
Tingkatkan Standar Mutu, Denpasar Institute Garap Pelatihan Sertifikasi Pengajar dan Profesional
Pacu Inovasi Bisnis, Denpasar Institute Dorong Perusahaan Berinvestasi pada Research-Based Business Plan
Denpasar Institute Buka Akses Kolaborasi Riset Lintas Sektor Berbasis Mixed-Methods
Siap Bersaing di Era Global, Denpasar Institute Luncurkan Program Training Management Terintegrasi
Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN
Pola Komunikasi Publik di tengah Pandemi Covid-19
TUMPEK LANDEP–LANDUHING IDEP: RESEARCH METHOD UNTUK MENJAGA KETAJAMAN INTELEGENSI DAN INTELEKTUAL
Pariwisata di Masa Pandemi Covid-19
SADHAKA SANG SISTA: TEMPAT MEMINTA AJARAN DAN PETUNJUK SUCI