PKPN

  • Dibaca: 1439 Pengunjung

Pariwisata Nasional adalah pariwisata berbasis budaya Nusantara dengan beragam landscape, struktur geografi dan demografi yang unik. Pembangunan pariwisata Indonesia memerlukan sentuhan tangan-tangan investor. Pemerintah lewat para elite birokrat dan tokoh lokal mengajak investor untuk mengembangkan kawasan yang dianggap strategis secara ekonomi. Dalam relasi laba-rugi, para investor bisa jadi kurang peduli dengan faktor keseimbangan alam dan pemerataan sosio-ekonomi sehingga jargon ekonomi kerakyatan melalui sustainable tourism sering hanya ‘indah’ di atas kertas.

Bagaimanakah masyarakat Indonesia yang masih banyak berada dalam ruang pikir kultur-religi dengan etos kerja tradisional-agraris menyikapi kontradiksi ini? Atau, sadarkah kita bahwa pariwisata budaya yang unik di setiap pojokan nusantara ini secara semantik-etimologi mengalami distorsi pada tataran praksis?

Munculnya pembenaran di tengah masyarakat bahwa dengan modal besar segala sesuatu bisa dibeli membuat pembangunan kepariwisataan cenderung bergeser dari esensi dasar pariwisata nusantara. Inilah tantangan yang disuguhkan oleh romantisme global kaum kapitalis terhadap sisi dan sendi kehidupan masyarakat nusantara.

Menyikapi tantangan ini, Denpasar Institute sebagai Lembaga Riset & Pengembangan SDM membentuk Pusat Kajian Pariwisata Nusantara (PKPN) untuk mengajak akademisi, praktisi, birokrat dan semua orang yang peduli terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia, termasuk peduli terhadap peningkatan kapabilitas masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata di daerahnya masing-masing.

PKPN hadir untuk melakukan kajian bidang pariwisata dengan tujuan utama untuk meningkatkan partisipasi dan kapabilitas masyarakat nusantara dalam mengelola pariwisata sesuai local wisdom dan local genius. PKPN juga diharapkan dapat menjadi rekan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata nasional dengan basis penguatan masyarakat lokal.

Secara praktis, hasil kajian PKPN diharapkan dapat memberikan masukan kepada pihak terkait untuk pengambilan kebijakan bidang pariwisata dan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kapabilitas dalam pengelolaan pariwisata.

PKPN menyediakan kerjasama dengan berbagai pihak baik secara perseorangan maupun kelembagaan dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan.

Visi PKPN

Menjadi pusat kajian bidang pariwisata bertaraf nasional pada tahun 2030

Misi PKPN

  1. Menghasilkan kajian-kajian bermutu yang berbasis pendekatan lokal dan kekhasan daerah di nusantara  
  2. Menyelenggarakan pendampingan riset kepada masyarakat lokal terkait pengembangan pariwisata di nusantara
  3. Membentuk kerjasama berbasiskan best practice dengan berbagai organisasi dan/atau perseorangan baik secara nasional maupun regional asia

Kegiatan PKPN mencakup:

  1. Kajian yang berfokus pada peningkatan pariwisata berkelanjutan secara nasional dengan basis data riset terapan
  2. Kajian yang berorientasi pada penyusunan rekomendasi kebijakan bidang pariwisata
  3. Kajian yang berbasiskan data history dan data management untuk feasibility study dalam mengembangkan kepariwisataan nusantara 

Luaran kegiatan PKPN meliputi luaran berwujud (tangible output) dan luaran tidak berwujud (intangible output).

Luaran berwujud meliputi publikasi ilmiah dalam bentuk artikel ilmiah bidang pariwisata di jurnal nasional, jurnal internasional, prosiding konferensi bertaraf nasional dan internasional, buku teks, buku ajar, dan naskah akademik bidang pariwisata.

Luaran tidak berwujud meliputi penguatan kapasitas dan kontribusi praktis terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di tengah masyarakat.

Rencana Kerja 9 Tahun ke Depan

Tahapan Pertama periode 2021 – 2023, rencana kegiatan PKPN adalah sebagai berikut:

  • Membentuk jejaring berbasiskan best practice dengan masyarakat, peneliti, akademisi dan praktisi bidang pariwisata di tingkat lokal
  • Melakukan kajian-kajian bermutu dalam bidang pariwisata
  • Mengembangkan dan meningkatkan forum diskusi untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan secara nasional

Tahapan Kedua periode 2024 – 2026, rencana kegiatan PKPN adalah sebagai berikut:

  • Membentuk jejaring berbasiskan best practice dengan peneliti, akademisi dan praktisi bidang pariwisata di tingkat nasional dan regional
  • Membentuk forum diskusi untuk menemukan solusi alternatif terhadap persoalan pariwisata 
  • Mengadakan pertukaran peneliti dan menyelenggarakan konsorsium riset pariwisata di tingkat nasional dan regional

Tahapan Ketiga periode 2027 – 2029, rencana kegiatan PKPN adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan hasil kajian bermutu dalam bidang pariwisata & pengembangan pariwisata berkelanjutan di tengah masyarakat
  • Membentuk konsorsium nasional dan regional untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat lokal
  • Mengadakan pertukaran peneliti dan menyelenggarakan konsorsium riset pariwisata di tingkat nasional dan regional

Apabila Bapak/Ibu/Saudara memiliki berita, opini, atau artikel ilmiah hasil kajian bidang pariwisata untuk dimuat di portal news, silahkan tulis dan unggah foto di sini

Dan, Apabila Bapak/Ibu/Saudara berminat gabung di PKPN dan bersedia menjadi konsultan riset bidang pariwisata atau bersedia menjadi narasumber dengan kompensasi per kegiatan, silahkan daftar di https://bit.ly/KonsultanDI