• Dibaca: 1368 Pengunjung

Key Performance Indicator (KPI) digunakan untuk mengukur dan mengetahui capaian performa kinerja pegawai dan menjadi bagian terpenting untuk kemajuan perusahaan dan institusi pendidikan. 

Tiap perusahaan dan institusi pendidikan memiliki indikator yang berbeda dalam menentukan KPI pegawai. Ini tergantung dari SDM dan target kerja yang ingin dicapai serta kemampuan perusahaan atau institusi pendidikan menjaga keakuratan dan keamanan database pegawai. Pengelolaan data dan pemantauan kinerja secara konvensional cenderung menghabiskan banyak waktu dan acapkali menimbulkan persoalan personal di internal lembaga.  

Hasil Research & Development (R & D) Program kerjasama antara Asosiasi Analis Data Indonesia dan Pusat Kajian SDM, Denpasar Insitute yang dilaksanakan dari Rabu, 9 September 2020 sampai dengan Kamis, 4 Pebruari 2021 menunjukkan beberapa fenomena di bagian kepegawaian (HR Department), khususnya terkait pengelolaan dan laporan kinerja pegawai. 

Adapun temuan saat melakukan survei lapangan, wawancara terstruktur dan FGD dengan beberapa pimpinan perusahaan dan institusi pendidikan adalah sebagai berikut:

  1. Kekurangjelasan atau sosialisasi uraian tugas (Job Description) dan sistem evaluasi
  2. Biasnya Monitoring dan Evaluasi Ketercapaian Kinerja Pegawai
  3. Sulitnya membedakan antara persoalan profesional dan personal di lembaga
  4. Kurang akuratnya database pegawai
  5. Biasnya Standar KPI dan ketidakjelasan kebijakan merit system
  6. Tidak adanya instrumen yang integratif dan bersifat mobile-friendly yang bisa digunakan oleh pegawai dan pimpinan untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi work from home (WFH) ataupun work from office (WFO)

Menyikapi fenomena ini dan hasil kajian di lapangan, Denpasar Institute sebagai Lembaga Riset & Pengembangan SDM menyediakan platform berbasis aplikasi digital untuk mengetahui kinerja pegawai secara mandiri dan dapat dilakukan secara real timeAplikasi mobile ini diberi nama Mobile Performance List (MPL). MPL dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan database pegawai secara akurat dan pengukuran kinerja secara mandiri, praktis dan efisien.

Manfaat MPL bagi perusahaan dan institusi pendidikan mencakup:

  1. Kemudahan dalam mengelola dan memperoleh keakuratan database pegawai
  2. Pegawai dapat melakukan absensi kerja secara real time melalui handphone 
  3. Pimpinan mengetahui jam kerja dan laporan kerja harian ataupun program mingguan dari pegawai
  4. Laporan kerja pegawai dapat diperoleh secara berjenjang sesuai struktur organisasi
  5. Atasan langsung dan pimpinan dapat memperoleh laporan kerja yang bersifat harian, mingguan dan bulanan secara real time dari bawahannya
  6. Tampilan Data Visual kinerja pegawai untuk memudahkan pengambilan keputusan
  7. Pimpinan perusahaan atau institusi pendidikan dapat mengukur performa pegawai untuk kemajuan perusahaan atau institusi pendidikan
  8. Luaran MPL dapat dijadikan acuan KPI untuk menetapkan dan menerapkan merit system
  9. Meningkatkan profesionalisme kerja di lembaga

MPL membantu kerja pimpinan dan pegawai mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal dan uraian tugas melalui satu aplikasi terintegrasi. 

Pimpinan perusahaan dan pengelola institusi pendidikan dapat memanfaatkan aplikasi MPL untuk menangani berbagai fungsi administrasi HR secara praktis, mulai dari absensi, monitoring dan evaluasi kinerja mandiri serta pemerolehan data visual untuk memudahkan pengambilan keputusan.

Sebagai instrumen integrated system, pengembang aplikasi digital MPL memproses dan menunggu approval Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.