Personal Branding, Cara Ampuh ‘menjual diri’

  • Penulis: Dr. Ni Kadek Suryani, SE, SIKom, MM
  • Dibaca: 270 Pengunjung

Mendengar kata “brand” selalu diidentikkan dengan nama merek sebuah perusahaan. Brand dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai merek merupakan sebuah lambang atau nama baik yang diklasifikasikan dalam beberapa katagori seperti product branding, corporate branding, city branding, service branding dan lainnya yang meliputi bentuk produk, layanan, logo, simbul, nama dan sebagainya yang terkait dengan suatu organisasi. Namun saat ini tidak hanya produk atau jasa organisasi saja yang perlu di branding tetapi manusiapun secara pribadi dapat melakukan brandingnya sendiri. Branding yang diciptakan untuk diri pribadi sering diistilahkan sebagai personal branding.

Apa itu personal branding ? Personal branding adalah sebuah proses promosi diri atau kegiatan memasarkan diri dan menjual kelebihan diri melalui suatu citra yang dibentuk untuk khalayak umum. Citra ini kemudian dapat dipresentasikan lewat berbagai jalur promosi baik online ataupun offline seperti media sosial, blog, situs web pribadi, hingga perilaku di depan umum. Personal Branding dapat dikatakan sebagai brand/merek seseorang yang menjadi identitasnya, yang dapat membedakannya dengan orang lain atau secara sederhana merupakan sebuah gambaran mengenai apa yang masyarakat pikirkan tentang diri seseorang. Hal tersebut mencerminkan nilai-nilai positif pada kepribadian, keahlian dan kualitas yang membuat seseorang berbeda dengan yang lainnya Saat ini personal branding banyak digunakan seseorang dalam membentuk citra diri untuk promosi. Penampilan, kepribadian, dan karakter diri merupakan elemen penting pembentukanya. Personal branding yang unik dan kreatif yang tidak dimiliki oleh banyak orang, cenderung mempunyai daya jual yang tinggi. Personal branding berbeda dengan titel atau gelar yang dimiliki seseorang, personal branding adalah citra positif seseorang yang dibentuk dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan secara terus menerus dari waktu ke waktu dengan menonjolkan kelebihan, nilai atau value yang dimilikinya. Hanya citra positiflah yang ada di benak orang lain ketika mempersepsikan tentang sesorang. Oleh karenanya pembentukan personal branding tidak bisa dilakukan dalam sekejap mata, diperlukan konsistensi dan dilakukan berulang-ulang.

Semua orang yang berupaya untuk membangun karir dapat dianggap sedang berusaha untuk menciptakan brand-nya sendiri. Contoh lainnya jika seseorang ingin menjadi public figure (tokoh masyarakat) politisi, entertainer, atlet, artis/aktor, pekerja professional atau lainnya perlu menonjolkan kelebihan diri untuk dapat dikenal (populer) dalam masyarakat. Nilai positif inilah yang akan melekat pada seseorang, yang akhirnya digunakan oleh orang lain mengenal bagaimana kelebihan diri orang tersebut untuk selalu diingat. Sehingga sangat perlu bagi seseorang mempersiapkan diri untuk mempunyai personal branding atau “merek diri” yang positif di mata calon konsumenya (masyarakat). Karena hal ini akan menjadikan diri kita pantas untuk dihargai, dimiliki, disayangi bahkan mungkin “dibeli” oleh orang lain khususnya bagi mereka yang sedang memperbaiki karir.

Seiring perkembangan teknologi saat ini, personal branding pun banyak dibangun dengan memanfatkan teknologi melalui internet atau media online. Online personal branding sebenarnya bukan hal baru di dunia teknologi informasi. Para pengguna internet sebenarnya telah melakukan online personal branding namun terkadang promosi tersebut sering dilakukan tanpa disadari. Melalui tulisan menarik di blog mereka, cerita video di youtube mereka, penyebaran topik yang lagi tren seperti kuliner, tempat wisata, tutorial, ataupun dunia pendidikan adalah salah satu cara melakukan online personal branding. Disini perlu menampakan kelebihan diri untuk ditonjolkan dalam konten-konten menarik tersebut seperti dalam bentuk artikel, foto, video, dan sebagainya. Disamping itu tetap menjaga perilaku di media sosial juga penting diperhatikan khususnya dalam menampilkan diri di ruang public online facebook, twitter, instagram atau lainnya.

Media sosial adalan ruang publik jadi akan dilihat dan dinilai oleh banyak orang sehingga brand yang diciptakan akan cepat diingat di masyarakat. Sebagai orang yang sedang membentuk personal branding, berusahalah untuk selalu tampil layak di depan umum, layak bukan berarti harus kaku dan formal, tapi tampil nyaman dipandang dan dapat menonjolkan keunikan pribadi. Karena itu berusahalah untuk selalu menjadi pribadi berkualitas di mana pun berada. Layaknya branding produk atau jasa, personal branding akan memberikan gambaran tentang pengalaman yang didapat konsumen ketika berinteraksi dan mencari calon sasaran pemilik brand tersebut.

oleh Dr. Suryani

Praktisi bidang SDM dan Dosen Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar