Bersyukur terlahir di tanah Bali, The Island of GOD, Masa pandemi covid 19

  • Penulis: I Wayan Sugita
  • Dibaca: 470 Pengunjung

Bersyukur terlahir di tanah Bali, The Island of GOD Masa pandemi covid 19 Ditengah situasi kondisi virus corona covid 19, sungguh membuat banyak orang terperangah dan tidak menduga kondisi seperti ini akan terjadi. Lebih-lebih para insan pariwisata dan orang-orang bergelut dibidang pariwisata sangat kaget dibuatnya. Kondisi ini sejatinya merupakan kondisi pariwisata lebih parah dan buruk dibandingkan dengan kondisi saat bom Bali maupun saat Erupsi Gunung Agung. Namun sejatinya bukan saja pariwisata yang mengalami kelesuan namun disemua sektor ekonomi walaupun masih ada beberapa jenis usaha dan kegiatan ekonomi yang masih bisa berjalan dan terlaksana seperti toko sembako dan logistik lainnya, tetapi kondisi ini tidak seperti saat normal sebelum terjadinya covid 19. Sekali lagi kondisi ini mengagetkan kita semua dan merasa sedikit panik dalam menghadapi situasi ini. Khususnya sektor pariwisata merasa sangat terpukul, kita ketahui bahwa pariwisata adalah melibatkan berbagai kegiatan, mengatur kegiatan orang dari suatu daerah ke daerah tuujuan lainnya untuk tujuan menikmati dan bersenang-senang dengan melibatkan banyak orang. Dalam situasi pandemi covid 19 ini, semua kegiatan masyarakat dibatasi, baik pariwisata lokal, domestik maupun wisata internasional. Menjadikan Kegiatan pariwisata benar-benar terhenti dan istirahat untuk sementara waktu selama pandemi covid 19 ini masih ada. Segala upaya dilakukan pemerintah baik dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kecamatan sampai desa maupun kelurahan dalam menghambat penyebaran virus corona covid 19 ini.

Berbagai langkah strategis dilakukan termasuk juga Pemerintah Provinsi Bali telah mengambil langkah strategis dalam upaya melawan virus corona covid 19. Sekarang ini pun masih dalam proses pemantauan dan evaluasi dari semua langkah yang dilaksanakan. Pemerintah pun bersinergi dengan semua stakeholder, lembaga adat, asosiasi dan komponen masyarakat untuk scara bersama-sama mengatasi masalah penyebaran covid 19 ini bergotong royong bersama sama. Kondisi perkembangan penanganan covid 19 di Provinsi Bali lebih baik dari daerah lainnya, bahkan mendapat apresiasi oleh Presiden Joko Widodo atas upaya Bali menangani covid 19 dengan melibatkan lembaga desa adat sebagai pemberdayaan kearifan lokal yang unik yang memang perlu dipertahankan dan diberdayakan.

Sampai hari ini data di Bali menunjukan data kesembuhan positif corona cukup banyak dan jumlah kematian sangat sedikit. Sumber: https://infocorona.baliprov.go.id/ Kaitanya dengan pariwisata, bahwa Bali terkenal dimancanegara dengan julukan the Island of GOD. Ditengah pandemi covid 19 ini menjadi pertanyaan media asing mengapa angka kematian kasus corona diBali sangat rendah dan penyebaran nya juga tidak sebanyak daerah lainnya di Indonesia? Apakah benar karena Bali adalah Island of GOD atau karena faktor lainnya. Tentu menjadi pertanyaan dan masih bisa didiskusikan. Sudah barang tentu saya merasa bersyukur terlahir di tanah Bali dan sebagai orang Bali percaya bahwa Bali ini memang unik dan mempunyai kekuatan yang sulit untuk dipahami secara kasat mata namun itulah yang terjadi.

Begitu banyak kegiatan keagamann yang dilakukan oleh masyarakat Bali, di persembahkan untuk Sang Maha Pencipta, Hyang Widhi Wasa dengan tulus ikhlas mengetarkan kekuatan religious membentengi Bali. Mungkin bagi sebagian orang hal ini sulit terpikirkan dan dibuktikan, akan tetapi saya secara pribadi punya keyakinan bahwa Hyang Widhi Maha Besar itu ada dan menganugrahkan aura suci melindungi Bali dengan segala kekuatan religious Nya. Hal ini sangat saya syukuri bahwa angka kematian akibat virus corona covid 19 di Bali masih tergolong kecil dan percaya bahwa Bali di bantu oleh kekuatan Hyang Widhi dalam menangkal covid 19. Di Bali banyak ditemui dan dirasakan hal-hal yang unik dan religious demikian lah orang suci mengatakan dan melihat Bali seperi bersinar. Sekali lagi sebagai masyarakat Bali perlu bersyukur bahwa Bali pulau kecil memiliki keunikan yang luar biasa mengakibatkan ketertarikan banyak orang untuk mengunjungi Bali. Semoga kondisi normal akan segera kembali dan bisa beraktivitas sepertia sediakala.

Percaya atau tidak tapi itulah yang ada, semoga Bali tetap aman dan terlindung oleh Nya. Tidak salah Bali di juluki the Island of GOD. Tulisan ini hanya merupakan pendapat pribadi berdasarkan kepercayaan, dan rasa syukur menjadi orang Bali terlahir di tanah Bali dan bisa diperbincangkan kebenarannya. Semoga kekuatan Bali the Island of GOD nyata adanya dalam melawan covid 19 dengan situasi aman terkendali dengan semangat gotong royong menyama braya. Apa yang kita yakini ada itulah yang terjadi, keyakinan itu penting yang menuntun untuk mencapai suatu tujuan (sgt).

Wayan Sugita

Resident Manager The Magani Hotel and Spa, Legian

Advisor Hotel Front Liners Association Bali (HFLA BALI)

Ketua Bidang Pengembangan dan Sertifikasi Indonesia Hotel Front Liners Association

Inspirasi: https://infocorona.baliprov.go.id/ https://www.suara.com/news/2020/04/19/125439/sebut-kebal-corona-penulis-asing-soroti-kekuatan-misterius-bali https://regional.kompas.com/read/2020/05/10/04000001/strategi-bali-kendalikan-wabah-corona-lebih-efektif-dibanding-psbb